"Setiap Orang Berhak Mendapatkan Kesehatan Mental Yang Baik"

Mental Health

Kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang penuh kegembiraan dan penerimaan, dimana setiap orang dapat merasakan diterima dalam perdamaian.

Pelayanan kami juga merupakan kesempatan untuk membuat perbedaan yang bermanfaat dalam kehidupan anggota dan komunitas kami. 
Kami bersatu untuk kebaikan.

Literatur

Apa Itu Kesehatan Mental

Kesehatan mental adalah kondisi kesehatan mental yang positif. Kesehatan mental lebih dari sekadar bebas dari penyakit mental. Temukan arti kesehatan mental dan bagaimana hal itu dapat membantu Anda ,,,

Apa Itu Stres

Aspek stres yang paling berbahaya adalah betapa mudahnya ia menghampiri Anda. Anda pikir Anda sudah terbiasa dengannya. Mungkin mulai terasa familier, atau bahkan normal ,,,

Artikel

Mode Hantu perlukah ?

Setiap orang pernah ingin menghilang sejenak. Menyembunyikan diri dari deru pesan masuk, dari suara klakson dan dari tatapan orang sekitar. Di era di mana kita selalu terlihat ,,,

Hindari Tunggu Penolong

Setiap pagi, ibu menebak-nebak berapa liter minyak goreng yang tersisa. Ayah menebak-nebak apakah pabrik masih membutuhkan tenaga harian. Kamu, ketika berangkat ,,,

Obsesi yang Menghidupkan

Kita sering salah paham tentang kecanduan. Layar ponsel menyala. Notifikasi berbunyi. Jari bergerak otomatis tanpa izin. Dalam sekejap kita tersedot ke lubang tanpa dasar ,,,

Koin Yang Tak Pernah Kembali

Setiap pagi kita membayar dengan satu koin. Koin itu bernama waktu. Ketika bangun tidur, dompet kita terisi dua puluh empat koin emas. ,,,

Ruang Tumbuh

Setiap rumah punya halaman belakang. Kadang kotor, kadang sempit, kadang dipenuhi barang usang. Di sanalah peluang terbesar bersembunyi. Orang hanya melihat kekacauan ,,,

Bayangan di Dinding

Seorang tetangga menangis tersedu karena surat lamaran kerjanya tidak dibalas. Ia belum dihubungi sama sekali. Padahal tawaran itu baru dikirim tiga hari lalu. Ia sudah membayangkan: tidak lulus ,,,

Pemahat Batu itu Bernama Air

Air yang menetes setiap hari akan melubangi batu paling keras. Ombak besar yang menerjang sekali waktu hanya meninggalkan garis basah di permukaan. Inilah ,,,

Teori Penguin

Di ujung selatan dunia, di hamparan es yang sunyi, Werner Herzog merekam sesuatu yang aneh. Seekor penguin Adélie berjalan sendiri. Ia meninggalkan ribuan temannya yang menuju laut untuk mencari makan ,,,

Komitmen Kami

Rotary International District 3420 menegaskan komitmennya dalam 7 area fokus Rotary, khususnya Disease Prevention and Treatment, dengan menempatkan kesadaran kesehatan mental sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat.

Aktivitas

Nilai-Nilai Rotary Dalam Mental Health

Empati & Kepedulian

Kolaborasi

Inovasi

Keberlanjutan

Integritas

Diversity

Equity

Inclusion

Kuesioner Internasional WHO tentang Pengalaman Masa Kecil yang Merugikan (WHO ACE-IQ)

Masa kanak-kanak adalah periode yang sangat menentukan bagi perkembangan manusia. Pengalaman yang dialami seorang anak, baik yang bermanfaat maupun yang tidak bermanfaat, akan membentuk fondasi kesehatan fisik, mental dan sosial di masa dewasa. Sayangnya, banyak anak di seluruh dunia mengalami pengalaman yang tidak bermanfaat, yang dapat meninggalkan jejak panjang dalam hidup mereka. Untuk memahami dan mengukur pengalaman tersebut secara sistematis, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengembangkan sebuah instrumen yang disebut Adverse Childhood Experiences International Questionnaire (ACE-IQ). Instrumen ini menjadi standar internasional untuk mengidentifikasi dan mengukur pengalaman masa kecil yang merugikan dalam berbagai konteks budaya dan negara. Dengan ACE-IQ, para peneliti, pembuat kebijakan dan praktisi kesehatan dapat memperoleh data yang konsisten, sehingga memungkinkan perbandingan lintas negara dan mendukung perumusan kebijakan berbasis bukti.

ACE-IQ diterbitkan oleh World Health Organization (WHO) sebagai bagian dari komitmen global untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. WHO menyadari bahwa pengalaman masa kecil yang merugikan memiliki dampak jangka panjang terhadap kesehatan, termasuk peningkatan risiko penyakit kronis, gangguan mental dan perilaku berisiko. Oleh karena itu, WHO merancang ACE-IQ agar dapat digunakan secara universal, dengan mempertimbangkan variasi budaya, sosial dan ekonomi di berbagai negara.

  1. Mengukur pengalaman masa kecil yang tidak bermanfaat secara sistematis dan terstandar.
  2. Menyediakan data lintas budaya yang dapat dibandingkan antarnegara.
  3. Menghubungkan ACE dengan kesehatan jangka panjang, sehingga dapat dipahami bagaimana trauma masa kecil memengaruhi risiko penyakit kronis, gangguan mental dan perilaku berisiko di masa dewasa.
  4. Mendukung kebijakan dan program pencegahan, dengan memberikan bukti ilmiah yang kuat untuk merancang intervensi perlindungan anak.
  5. Integrasi dalam survei kesehatan nasional, sehingga memperkuat basis data epidemiologi dan kebijakan publik.
  1. Dampak jangka panjang ACE: Penelitian menunjukkan bahwa anak yang mengalami pengalaman yang tidak bermanfaat lebih berisiko mengalami penyakit jantung, diabetes, depresi, kecemasan, penyalahgunaan zat, hingga perilaku kriminal di masa dewasa.
  2. Stres toksik: Paparan stres berkepanjangan sejak kecil dapat mengganggu perkembangan otak, sistem saraf dan sistem imun. Hal ini dikenal sebagai toxic stress, yang dapat meninggalkan bekas biologis permanen.
  3. Kesehatan masyarakat: ACE bukan hanya masalah individu, tetapi juga masalah kesehatan masyarakat. Tingginya prevalensi pengalaman yang tidak bermanfaat di suatu negara akan berdampak pada beban kesehatan, produktivitas ekonomi dan stabilitas sosial.
  4. Kebijakan berbasis bukti: Dengan data ACE-IQ, pemerintah dapat merancang kebijakan perlindungan anak, program kesehatan mental dan intervensi sosial yang lebih tepat sasaran.
  5. Relevansi global: ACE-IQ dirancang agar relevan di berbagai budaya. Misalnya, indikator kekerasan kolektif dapat mencakup pengalaman anak di daerah konflik atau kerusuhan sosial.
  1. Pengabaian emosional – Anak tidak mendapatkan perhatian, kasih sayang, atau dukungan emosional dari orang tua/pengasuh.
  2. Kekerasan emosional – Anak sering dimarahi, dihina, atau dipermalukan secara verbal.
  3. Pengabaian fisik – Kebutuhan dasar anak (makanan, pakaian, tempat tinggal, kesehatan) tidak terpenuhi.
  4. Kekerasan fisik – Anak dipukul, ditendang, atau disakiti secara fisik oleh orang tua/pengasuh.
  5. Kekerasan seksual – Anak mengalami pelecehan atau pemaksaan seksual.
  6. Anggota rumah tangga penyalahguna zat terlarang – Ada orang tua/pengasuh yang kecanduan alkohol atau narkoba.
  7. Anggota rumah tangga dengan masalah kesehatan mental – Orang tua/pengasuh mengalami depresi, gangguan mental, atau perilaku bunuh diri.
  8. Kekerasan dalam rumah tangga – Anak menyaksikan kekerasan antara orang tua/pengasuh.
  9. Orang tua meninggal atau bercerai – Anak kehilangan orang tua karena kematian atau perceraian.
  10. Perundungan (bullying) – Anak menjadi korban intimidasi atau kekerasan dari teman sebaya.
  11. Kekerasan komunitas – Anak mengalami atau menyaksikan kekerasan di lingkungan sekitar.
  12. Kekerasan kolektif – Anak terpapar konflik sosial, perang, atau kerusuhan massal.
  13. Anggota keluarga dipenjara – Ada orang tua/pengasuh yang pernah ditahan atau dipenjara.

- Penelitian akademik: Digunakan oleh peneliti untuk mempelajari hubungan antara ACE dan kesehatan jangka panjang.
- Survei kesehatan nasional: Banyak negara mengintegrasikan ACE-IQ ke dalam survei kesehatan masyarakat untuk mendapatkan gambaran prevalensi ACE.
- Kebijakan publik: Data ACE digunakan untuk merancang kebijakan perlindungan anak, program kesehatan mental dan intervensi sosial.
- Advokasi: Organisasi masyarakat sipil menggunakan data ACE untuk kampanye perlindungan anak dan pencegahan kekerasan.
- Program intervensi: Hasil ACE-IQ dapat digunakan untuk merancang program intervensi yang lebih tepat sasaran, misalnya konseling keluarga, program anti-bullying di sekolah, atau dukungan bagi anak di daerah konflik.

Tim Kami

Dyah Anggraeni

Dyah Anggraeni

District Governor Rotary International District 3420
Okky Sulistijo

Okky Sulistijo

Charter President Rotary Club of Semarang Soegijapranata
Dr. Hastaning Sakti, M. Kes, Psikolog

Dr. Hastaning Sakti, M. Kes, Psikolog

Volenteer
dr. Anita Virgiyanti, SpKJ

dr. Anita Virgiyanti, SpKJ

Volenteer
Hesty Novitasary, M.Psi., Psikolog

Hesty Novitasary, M.Psi., Psikolog

Volenteer

Disclaimer

Web ini dibiayai oleh The Rotary Foundation sebagai Global Grant # 2574973 yang bertemakan Winning Within: The Power of Mental Health Resilience, dilaksanakan oleh Rotary International District 3420.

This website is funded by The Rotary Foundation under Global Grant #2574973, entitled “Winning Within: The Power of Mental Health Resilience,” implemented by Rotary International District 3420.

Jam Layanan

Senin-Jumat :

09.00 - 17.00

Sabtu :

10.00 - 15.00

© 2026 Created by Mental Health