"Setiap Orang Berhak Mendapatkan Kesehatan Mental Yang Baik"

Mental Health

Kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang penuh kegembiraan dan penerimaan, dimana setiap orang dapat merasakan diterima dalam perdamaian.

Pelayanan kami juga merupakan kesempatan untuk membuat perbedaan yang bermanfaat dalam kehidupan anggota dan komunitas kami. 
Kami bersatu untuk kebaikan.

Komitmen Kami

Rotary International District 3420 menegaskan komitmennya dalam 7 area fokus Rotary, khususnya Disease Prevention and Treatment, dengan menempatkan kesadaran kesehatan mental sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat.

Aktivitas

Nilai-Nilai Rotary Dalam Mental Health

Empati & Kepedulian

Kolaborasi

Inovasi

Keberlanjutan

Integritas

Diversity

Equity

Inclusion

Kuesioner Internasional WHO tentang Pengalaman Masa Kecil yang Merugikan (WHO ACE-IQ)

Masa kanak-kanak adalah periode yang sangat menentukan bagi perkembangan manusia. Pengalaman yang dialami seorang anak, baik yang bermanfaat maupun yang tidak bermanfaat, akan membentuk fondasi kesehatan fisik, mental dan sosial di masa dewasa. Sayangnya, banyak anak di seluruh dunia mengalami pengalaman yang tidak bermanfaat, yang dapat meninggalkan jejak panjang dalam hidup mereka. Untuk memahami dan mengukur pengalaman tersebut secara sistematis, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengembangkan sebuah instrumen yang disebut Adverse Childhood Experiences International Questionnaire (ACE-IQ). Instrumen ini menjadi standar internasional untuk mengidentifikasi dan mengukur pengalaman masa kecil yang merugikan dalam berbagai konteks budaya dan negara. Dengan ACE-IQ, para peneliti, pembuat kebijakan dan praktisi kesehatan dapat memperoleh data yang konsisten, sehingga memungkinkan perbandingan lintas negara dan mendukung perumusan kebijakan berbasis bukti.

ACE-IQ diterbitkan oleh World Health Organization (WHO) sebagai bagian dari komitmen global untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. WHO menyadari bahwa pengalaman masa kecil yang merugikan memiliki dampak jangka panjang terhadap kesehatan, termasuk peningkatan risiko penyakit kronis, gangguan mental dan perilaku berisiko. Oleh karena itu, WHO merancang ACE-IQ agar dapat digunakan secara universal, dengan mempertimbangkan variasi budaya, sosial dan ekonomi di berbagai negara.

  1. Mengukur pengalaman masa kecil yang tidak bermanfaat secara sistematis dan terstandar.
  2. Menyediakan data lintas budaya yang dapat dibandingkan antarnegara.
  3. Menghubungkan ACE dengan kesehatan jangka panjang, sehingga dapat dipahami bagaimana trauma masa kecil memengaruhi risiko penyakit kronis, gangguan mental dan perilaku berisiko di masa dewasa.
  4. Mendukung kebijakan dan program pencegahan, dengan memberikan bukti ilmiah yang kuat untuk merancang intervensi perlindungan anak.
  5. Integrasi dalam survei kesehatan nasional, sehingga memperkuat basis data epidemiologi dan kebijakan publik.
  1. Dampak jangka panjang ACE: Penelitian menunjukkan bahwa anak yang mengalami pengalaman yang tidak bermanfaat lebih berisiko mengalami penyakit jantung, diabetes, depresi, kecemasan, penyalahgunaan zat, hingga perilaku kriminal di masa dewasa.
  2. Stres toksik: Paparan stres berkepanjangan sejak kecil dapat mengganggu perkembangan otak, sistem saraf dan sistem imun. Hal ini dikenal sebagai toxic stress, yang dapat meninggalkan bekas biologis permanen.
  3. Kesehatan masyarakat: ACE bukan hanya masalah individu, tetapi juga masalah kesehatan masyarakat. Tingginya prevalensi pengalaman yang tidak bermanfaat di suatu negara akan berdampak pada beban kesehatan, produktivitas ekonomi dan stabilitas sosial.
  4. Kebijakan berbasis bukti: Dengan data ACE-IQ, pemerintah dapat merancang kebijakan perlindungan anak, program kesehatan mental dan intervensi sosial yang lebih tepat sasaran.
  5. Relevansi global: ACE-IQ dirancang agar relevan di berbagai budaya. Misalnya, indikator kekerasan kolektif dapat mencakup pengalaman anak di daerah konflik atau kerusuhan sosial.
  1. Pengabaian emosional – Anak tidak mendapatkan perhatian, kasih sayang, atau dukungan emosional dari orang tua/pengasuh.
  2. Kekerasan emosional – Anak sering dimarahi, dihina, atau dipermalukan secara verbal.
  3. Pengabaian fisik – Kebutuhan dasar anak (makanan, pakaian, tempat tinggal, kesehatan) tidak terpenuhi.
  4. Kekerasan fisik – Anak dipukul, ditendang, atau disakiti secara fisik oleh orang tua/pengasuh.
  5. Kekerasan seksual – Anak mengalami pelecehan atau pemaksaan seksual.
  6. Anggota rumah tangga penyalahguna zat terlarang – Ada orang tua/pengasuh yang kecanduan alkohol atau narkoba.
  7. Anggota rumah tangga dengan masalah kesehatan mental – Orang tua/pengasuh mengalami depresi, gangguan mental, atau perilaku bunuh diri.
  8. Kekerasan dalam rumah tangga – Anak menyaksikan kekerasan antara orang tua/pengasuh.
  9. Orang tua meninggal atau bercerai – Anak kehilangan orang tua karena kematian atau perceraian.
  10. Perundungan (bullying) – Anak menjadi korban intimidasi atau kekerasan dari teman sebaya.
  11. Kekerasan komunitas – Anak mengalami atau menyaksikan kekerasan di lingkungan sekitar.
  12. Kekerasan kolektif – Anak terpapar konflik sosial, perang, atau kerusuhan massal.
  13. Anggota keluarga dipenjara – Ada orang tua/pengasuh yang pernah ditahan atau dipenjara.

- Penelitian akademik: Digunakan oleh peneliti untuk mempelajari hubungan antara ACE dan kesehatan jangka panjang.
- Survei kesehatan nasional: Banyak negara mengintegrasikan ACE-IQ ke dalam survei kesehatan masyarakat untuk mendapatkan gambaran prevalensi ACE.
- Kebijakan publik: Data ACE digunakan untuk merancang kebijakan perlindungan anak, program kesehatan mental dan intervensi sosial.
- Advokasi: Organisasi masyarakat sipil menggunakan data ACE untuk kampanye perlindungan anak dan pencegahan kekerasan.
- Program intervensi: Hasil ACE-IQ dapat digunakan untuk merancang program intervensi yang lebih tepat sasaran, misalnya konseling keluarga, program anti-bullying di sekolah, atau dukungan bagi anak di daerah konflik.

Tim Kami

Dyah Anggraeni

Dyah Anggraeni

District Governor Rotary International District 3420
Okky Sulistijo

Okky Sulistijo

Charter President Rotary Club of Semarang Soegijapranata
Dr. Hastaning Sakti, M. Kes, Psikolog

Dr. Hastaning Sakti, M. Kes, Psikolog

Volenteer
dr. Anita Virgiyanti, SpKJ

dr. Anita Virgiyanti, SpKJ

Volenteer
Hesty Novitasary, M.Psi., Psikolog

Hesty Novitasary, M.Psi., Psikolog

Volenteer

Info Terkait

Tujuan Yang Tak Terlihat

Setiap tindakan yang kita lakukan menyimpan maksud tersembunyi. Bahkan ketika kita sendiri tidak menyadarinya perilaku kita selalu mengarah pada sesuatu yang kita anggap penting. Di balik setiap keputusan ada dorongan yang mendorong kita untuk bertindak ,,,

Langit Tak Pernah Selalu Cerah

Adalah suatu kenyataan bahwa tidak semua yang kita inginkan akan menjadi milik kita. Sejak kecil kita diajarkan untuk bermimpi setinggi langit. Kita diminta untuk percaya bahwa segala sesuatu dapat diraih asal kita mau berusaha ,,,

Jalan Lain

Rasa terjebak sering kali muncul dalam kehidupan ini. Seolah hanya ada satu jalan yang harus diambil. Seolah jika kita tidak memilih sekarang maka kita akan tertinggal. Tapi kenyataannya hidup tidak sesempit itu. Selalu ada pilihan lain. Bahkan ketika kita memilih untuk tidak memilih itu pun adalah sebuah pilihan ,,,

Makna Dibalik Luka

Dalam hidup ini tidak semua hal berjalan sesuai harapan. Ada kalanya kita dihadapkan pada peristiwa yang menyakitkan. Kejadian yang membuat kita bertanya-tanya mengapa harus terjadi pada kita. Tapi seiring waktu kita mulai menyadari bahwa setiap peristiwa membawa makna ,,,

Deteksi Dini Kesehatan Jiwa

Deteksi dini merupakan strategi preventif yang krusial. Dengan mengidentifikasi masalah pada tahap awal, kita dapat menerapkan penanganan yang ditargetkan pada faktor biologis, psikologis, dan sosial yang berkontribusi ,,,

Apa Itu Kesehatan Mental

Kesehatan mental adalah kondisi kesehatan mental yang positif. Kesehatan mental lebih dari sekadar bebas dari penyakit mental. Temukan arti kesehatan mental dan bagaimana hal itu dapat membantu Anda menjalani hidup yang memuaskan ,,,

Alarm Darurat Pendidikan

Jenuh dan miris rasanya mendengar berita maraknya bullying, tawuran dan kenakalan remaja yang berakibat fatal bagi sesama remaja, cerita pilu para guru yang memperjuangkan makna Pendidikan yang tidak lagi dapat diartikan mulianya arti mendidik ,,,

Disclaimer

Web ini dibiayai oleh The Rotary Foundation sebagai Global Grant # 2574973 yang bertemakan Winning Within: The Power of Mental Health Resilience, dilaksanakan oleh Rotary International District 3420.

This website is funded by The Rotary Foundation under Global Grant #2574973, entitled “Winning Within: The Power of Mental Health Resilience,” implemented by Rotary International District 3420.

Jam Layanan

Senin-Jumat :

09.00 - 17.00

Sabtu :

10.00 - 15.00

© 2026 Created by Mental Health